Jelang MEA, ADB: Takut Banjirnya TKA Masih Terjadi
INILAHCOM, Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyatakan ketakutan akan tenaga kerja asing (TKA) pada pasar bebas Asia Tenggara atau MEA masih terjadi di seluruh negara ASEAN. Itu termasuk Indonesia.
"Ketakutan kita akan kebanjiran tenaga kerja asing masih terjadi, padahal sembilan negara asing (ASEAN) lainnya juga seperti itu kalau kita memperhatikan," tegas Ekonom Senior ADB Guntur Sugiyarto di Jakarta, Jumat (11/12/2015).
Hal tersebut, kata Guntur, karena terpicu implementasi kesepakatan terkait mobilitas tenaga kerja dan tujuannya yang masih belum jelas. Indonesia, menurut dia, tidak perlu mengkhwatirkan hal itu, pasalnya memiliki potensi besar.
"Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan tenaga kerja lebih tinggi dibandingkan jumlah penduduknya, ini potensi yang besar," jelas dia.
Di lokasi yang sama, Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Sumarna F Abdurrahman mengatakan ketakutan membanjirnya TKA tersebut membuat banyak negara ASEAN memproteksi ketenagakerjaan, termasuk Indonesia.
"Proteksi terhadap tenaga kerja dan kekayaan negara tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara ASEAN juga berperilaku yang sama termasuk melindungi tenaga kerjanya," ungkap dia.
Ia mengatakan proteksi tersebut sudah bertentangan dengan kesepakatan MEA. Untuk Indonesia, kata dia, langkah-langkah proteksi pemerintah Indonesia yang tertuang dalam salah satu regulasi oleh Menteri Tenaga Kerja.
Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tertanggal 29 Juni 2015 yang salah satunya menyebutkan setiap perusahaan yang merekrut satu tenaga asing dia harus mempekerjakan 10 tenaga kerja Indonesia.
"Khusus untuk Indonesia, kelihatannya pemerintah mengambil langkah-langkah proteksi tenaga kerja. Itu sebenarnya bertentangan dengan kesepakatan," ucap dia.
Menurut dia, akan lebih baik jika proteksi tersebut dengan cara meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia yang salah satunya melalui sertifikasi profesi dan tenaga kerja terakreditasi internasional.
Terkait produk domestik bruto (PDB) ASEAN, ADB menyatakan dengan beralakunya MEA, akan ada banyak sekali keunggulannya seperti pembebasan tarif, trade facility dan lain-lain dengan catatan semua aturan dan kesepakatan di dalamnya bisa diimplementasikan.
Dengan demikian, maka total gross domestic product (GDP) negara-negara ASEAN akan meningkat sekitar tujuh persen dan akan menciptakan tambahan tenaga kerja sekitar 14 juta. "Itu besar sekali, itu akan menciptakan disamping tenaga membuat orang kehidupannya berubah lebih baik, terutama masyarakat miskin," kata Guntur menambahkan. [tar]
Read More : Jelang MEA, ADB: Takut Banjirnya TKA Masih Terjadi.
0 komentar:
Posting Komentar